Showing posts with label riadah minda. Show all posts
Showing posts with label riadah minda. Show all posts

Saturday, September 24, 2011

Sandal Kulit Raja

Seorang Maharaja akan berkeliling negeri untuk melihat keadaan rakyatnya. Ia memutuskan untuk berjalan kaki saja. Baru beberapa meter berjalan di luar istana kakinya terluka kerana tersepak batu. Ia berfikir, “Ternyata jalan-jalan di negeriku ini jelek sekali. Aku harus memperbaikinya.”
Maharaja lalu memanggil seluruh menteri istana. Ia memerintahkan untuk melapisi seluruh jalan-jalan di negerinya dengan kulit sapi yang terbaik. Segera saja para menteri istana melakukan persiapan-persiapan. Mereka mengumpulkan sapi-sapi dari seluruh negeri.
Di tengah-tengah kesibukan yang luar biasa itu, datanglah seorang pertapa menghadap Maharaja. Ia berkata pada Maharaja, “Wahai Paduka, mengapa Paduka hendak membuat sekian banyak kulit sapi untuk melapisi jalan-jalan di negeri ini, padahal sesungguhnya yang Paduka perlukan hanyalah dua potong kulit sapi untuk melapisi telapak kaki Paduka saja.” Konon sejak itulah dunia menemukan kulit pelapis telapak kaki yang kita sebut “Sandal“.
Renungan:
Ada pelajaran yang berharga dari cerita itu. Untuk membuat dunia menjadi tempat yang aman untuk hidup, kadangkala, kita harus mengubah cara pandang kita, hati kita, dan diri kita sendiri,bukan dengan jalan mengubah dunia itu atau bahkan malah menyesali takdir yg telah terjadi dalam kehidupannya.
Kerana kita seringkali keliru dalam menafsirkan dunia. Dunia, dalam fikiran kita, kadang hanyalah suatu bentuk personal. Dunia, kita ertikan sebagai milik kita sendiri, yang pemainnya adalah kita sendiri. Tak ada orang lain yang terlibat di sana, sebab, seringkali dalam pandangan kita, dunia, adalah bayangan diri kita sendiri.
Ya, memang, jalan kehidupan yang kita tempuh masih tajam dan berbatu. Manakah yang kita pilih, melapisi setiap jalan itu dengan permadani berbulu agar kita tak pernah merasakan sakit, atau, melapisi hati kita dengan kulit pelapis, agar kita dapat bertahan melalui jalan-jalan itu?

Gelap

Jadilah pihak yang selalu optimis dan berusaha untuk melihat kesempatan di setiap kegagalan. Jangan bersikap pesimis yang hanya melihat kegagalan di setiap kesempatan. Orang optimis melihat donat, sedangkan orang pesimis melihat lubangnya saja.
Anda dapat mengembangkan keberhasilan dari setiap kegagalan. Putus asadan kegagalan adalah dua batu loncatan menuju keberhasilan. Tidak ada elemen lain yang begitu berharga bagi Anda jika saja Anda mahu mempelajari dan mengusahakannya.
Pandanglah setiap masalah sebagai kesempatan. Hanya bila cuaca cukup gelaplah Anda melihat bintang.

Kisah Perangkap Tikus

Seekor tikus mengintip di balik celah di tembok untuk mengamati sang petani dan isterinya, saat membuka sebuah bungkusan. Berbagai kisah bermain dalam fikiran si Tikus. Tapi dia terkejut sekali, ternyata bungkusan itu berisi perangkap tikus. Lari kembali ke ladang pertanian itu, tikus itu menjerit memberi peringatan, “Awas ada perangkap tikus di dalam rumah, hati-hati ada perangkap tikus di dalam rumah!”
Sang ayam dengan tenang berkokok dan sambil tetap menggaruki tanah, mengangkat kepalanya dan berkata. ‘Ya, maafkan aku Pak Tikus. Aku tahu memang ini masalah besar bagi kamu, tapi buat aku secara peribadi tidak ada masalah. Jadi jangan buat aku sakit kepala lah.”

Tikus berbalik dan pergi menuju sang kambing. Katanya, “Ada perangkap tikus di dalam rumah, sebuah perangkap tikus di dalam rumah!”

‘Wah aku menyesal dengan kabar ini.” Si kambing menghibur dengan penuh simpati. “Tetapi tidak ada sesuatu pun yang bisa kulakukan kecuali berdoa. Yakinlah, kamu senantiasa ada dalam doa-doaku!”
Tikus kemudian berbelok menuju si lembu.
‘Oh! Sebuah perangkap tikus?” jadi saya dalam bahaya besar ya?” kata lembu sambil ketawa, berteleran air liur.
Jadi tikus itu kembalilah ke rumah dengan kepala tertunduk dan merasa begitu patah hati, kesal dan sedih, terpaksa menghadapi perangkap tikus itu sendirian. Ia merasa sungguh-sungguh sendiri.
Malam tiba, dan terdengar suara bergema di seluruh rumah, seperti bunyi perangkap tikus yang berjaya menagkap mangsa. Isteri petani berlari melihat apa saja yang terperangkap. Di dalam kegelapan itu dia tak dapat melihat bahawa yang terjebak itu adalah seekor ular berbisa. Ular itu sempat mematuk tangan isteri petani itu. Petani itu bergegas membawanya ke rumah sakit.
Si isteri kembali ke rumah dengan tubuh mungil, demam. Dan sudah menjadi kebiasaan, setiap orang sakit demam, ubat pertama adalah memberikan sup ayam segar yang hangat. Petani itu pun mengasah pisaunya, dan pergi ke kandang, ,mencari ayam untuk bahan supnya.
Tapi, bisa itu sungguh jahat, si isteri tak kunjung sembuh. Banyak tetangga yang datang mengunjung dan tamu pun tumpah ruah ke rumahnya. Iapun harus menyiapkan makanan, dan terpaksa kambing di kandang itu dijadikan gulai. Tapi itu tidak cukup, bisa itu tak dapat disembuhkan juga . Si isteri mati, dan berpuluh orang datang untuk mengurus pemakaman, juga doa selamat. Tak ada cara lain, lembu di kandang itupun dijadikan jamuan untuk kenduri dan doa selamat,

Moralnya, apabila kamu mendengar ada seseorang yang menghadapi masalah dan kamu fikir itu masalah itu tidak ada kaitannya dengan kamu, ingatlah bahawa apabila ada “perangkap tikus” di dalam rumah, seluruh “ladang pertanian” ikut menanggung risikonya. Sikap mementingkan diri sendiri lebih banyak keburukan daripada kebaikanya.

Melawan Diri Sendiri

Kemenangan sejati bukanlah kemenangan atas orang lain. Namun, kemenangan atas diri sendiri. Berpacu di jalur keberhasilan diri adalah pertandingan untuk mengalahkan rasa ketakutan, keengganan, keangkuhan, dan semua beban yang menambat diri di langkah permulaan.

Jerih payah untuk mengalahkan orang lain sama sekali tak berguna. Motivasi tak semestinya lahir dari rasa iri, dengki atau dendam. Keberhasilan sejati memberikan kebahagiaan yang sejati, yang tak mungkin diraih lewat niat yang ternoda.

Pelari yang berlari untuk mengalahkan pelari yang lain, akan tertinggal kerana sibuk mengintip laju lawan-lawannya. Pelari yang berlari untuk memecahkan recordnya sendiri tak peduli apakah pelari lain akan menyusulnya atau tidak. Tak peduli dimana dan siapa lawan-lawannya. Ia mencurahkan seluruh perhatian demi perbaikan catatannya sendiri.

Ia bertanding dengan dirinya sendiri, bukan melawan orang lain. Kerana itu, dia tak perlu bermain curang. Keinginan untuk mengalahkan orang lain adalah awal dari kekalahan diri sendiri.

Sunday, January 24, 2010

Pompuan....

When a woman lies

One day, when a seamstress was sewing while sitting close to a river, her thimble fell into the river. When she cried out, the Lord appeared and asked, "My dear child, why are you crying?" The seamstress replied that her thimble had fallen into the water and that she needed it to help her husband in making a living for their family.The Lord dipped His hand into the water and pulled up a golden thimble set with sapphires.








"Is this your thimble?" the Lord asked.The seamstress replied, "No."

The Lord again dipped into the river. He held out a golden thimble studded with rubies.




 

"Is this your thimble?" the Lord asked. Again, the seamstress replied, "No."
The Lord reached down again and came up with a leather thimble.






"Is this your thimble?" the Lord asked. The seamstress replied, "Yes." The Lord was pleased with the woman's honesty and gave her all three thimbles to keep, and the seamstress went home happy.


Some years later, the seamstress was walking with her husband along the riverbank, and her husband fell into the river and disappeared under the water. When she cried out, the Lord again appeared and asked her, "Why are you crying?'' "Oh Lord, my husband has fallen into the river!"

The Lord went down into the water and came up with George Clooney. "Is this your husband? The Lord asked





"Yes," cried the seamstress.The Lord was furious. "You lied! That is an untruth!" The seamstress replied, "Oh, forgive me, my Lord. It is a misunderstanding. You see, if I had said "no" to George Clooney, you would have come up with Brad Pitt.


Then if I said "no" to him, you would have come up with my husband. Had I then said "yes," you would have given me all three. Lord, I'm not in the best of health and would not be able to take care of all three husbands, so THAT'S why I said "yes" to George Clooney. And so the Lord let her keep him.
The moral of this story is:


Whenever a woman lies, it's for a good and honourable reason, and in the best interest of others. That's our story, and we're sticking to it.

Signed,


All Us Women






Laughter is like jogging on the inside. Exercise your 'innards' every day.

 

Tuesday, October 6, 2009

The Story of Micro and Mini

Micro was a real-time operator and dedicated multi-user. His broad-band protocol made it easy for him to interface with numerous input/output devices,

One evening he arrived home, just as the Sun was crashing and had parked his Motorola 6800 in the main drive (he missed the 5100 bus that morning ), when he noticed an elegant piece of hardware escorting her daisy wheels in his garden. He thought to himself, "She looks user-friendly," "I'll see if she'd like an update tonight."

Mini was her name, and she was delightfull, engineered with eyes like COBOL and a Prime mainframe architecture that set Micro's peripherals networking all over the place.

He browsed over to her casually, admiring the power of her twin 32 bit floating point processors and inquired "How are you Honey Well?." "Yes I am well," she responded, batting her optical fibres engagingly and smoothing her console over her curvilinear functions.

Micro settled for a straight line approximation. "I'm stand-alone tonight," he said, "How about computing a vector to my base address?" "I will cut out a byte to eat, and maybe we could get an offset later on."

Mini ran a priority process for 2.6 milliseconds then transmitted OK. "I've
been dumped myself recently, and a new page is just what I need to refresh my disks. I'll park my machine cycle in your background and meet you inside. She walked off, leaving Micro admiring her solenoids and thinking, "Wow, what a global variable, I wonder if she'd like my firmware?."

They sat down at the process table to a top of form feed of fiche and chips and a bucket of bawdots. Mini was in conversational mode and expanded on ambiguous arguments while Micro gave occasional acknowlegments, although, in reality, he was analyzing the shortest and least critical path to her entry point. He finally settled on the old "would you like to see my benchmark subroutine?" but Mini was again one step ahead.

Suddenly she was up and stripping off her parity bits to reveal the full
functionality of her operating software. "Let's get Basic, you RAM," she said.

Micro was loaded by this stage, but his hardware polling module had a processor of it's own and was in danger of overflowing its output buffer (a hang-up that Micro had consulted his analyst about). "Core," was all he could say, as she prepared to log him off.

Micro soon recovered, however, when he went down on the DEC and opened her
device files to reveal her data set ready. He accessed his fully packed root device and was about to start pushing her CPU stack, when she attempted an escape sequence ....

"No, No" she cried, "You are not shielded."

"Reset, Baby," he replied, "I've been debugged."

"But I haven't got my current loop enabled, and I can't support child processes," she protested.

"Don't run away," he said, "I will generate an interrupt."

"No that's too error prone, and I can't abort because of my design philosophy."

Micro was locked in by this stage though, and could not be turned off. But Mini soon stopped his thrashing by introducing a voltage spike into his main supply,whereupon he fell over with a head crash and went to sleep.
"Computers," She thought as she compiled herself, "All they ever think of is HEX."

huh!!... Got it?!! heheheheheh

STREEEESSSSSSSSSSSSnye!

One Moment listen please...




The Moment you are in Tension

You will lose your Attention

Then you are in total Confusion

And you will feel Irritation

Then you will spoil personal Relation

Ultimately, you won't get Co - Operation

Then you will make things Complication

Then your blood pressure may raise Caution

And you may have to take Medication

Instead, understand the Situation

And try to think about the Solution

Many problems will be solved by Discussion

This will work out better in your Profession

Don't think it's my free Suggestion

It's only for your Prevention

If you understand my Intention

You will never come again to Tension


- Bill Gates

Saturday, April 11, 2009

Dairi Isteri & Suami

Rumitnya seorang isteri, dan simplenya seorang suami…jadinya kena selalu berfikiran positif…barulah tercipta rumahku syurgaku!

BUKU HARIAN ISTERI

Malam Minggu - Dia berkelakuan aneh. Sebelumnya kami berjanji bertemu di Cafe. Aku shopping seharian dengan kawan-kawan, sehingga mungkin dia kesal karena aku agak lewat sampai di Cafe, tapi dia tak bercakap.

Dia tak bercakap langsung, jadi aku ajak dia pergi ke tempat yang agak sunyi supaya kami dapat berbincang,
dia setuju tapi tetap diam membisu. Aku tanya apa yang salah - dia jawab, “Tak ada”.

Aku tanyakan apakah kesalahan ku yang membuatnya kesal. Dia kata hal ini tak ada kaitannya dengan ku dan minta aku tak usah sibuk.

Dalam perjalanan pulang, ku katakan aku mencintainya, dia cuma tersenyum tipis dan tetap membisu. Aku tak dapat menjelaskan perangainya petang itu. Aku tak habis-habis berfikir kenapa dia tak menjawab, “Aku cinta kamu juga”.

Sesampainya dirumah, aku merasa kehilangan dia, dan seolah-olah dia tak menghendaki ku lagi. Dia hanya duduk dan nonton depan TV; dia terlihat jauh dan menghilang…..

Akhirnya aku putuskan untuk tidur. Lebih kurang 10 minit kemudian, dia masuk ke kamar. Aku tak tahan lagi, ku putuskan untuk menghadapinya dan menanyakan soal sebenarnya, tapi dia langsung tertidur. Aku mulai menangis sampai tertidur. Aku tak tahu apa yang harus ku lakukan. Hidupku terasa bergoncang…..

BUKU HARIAN SUAMI

Hari ini CHELSEA kalah. SIALLLLL!!!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

orang perempuan suka berfikir bukan-bukan. Fahamlah satu perkara, iaitu kasih sayang tak akan hilang dalam masa satu hari!


Nuffnang Ads
allimagehosting.com



bukan senang nak tengok IC "batman" anak kepada "superman"...Rupa-rupanya anak beranak!

Soalan Licik, Jawapan Cerdik

Seorang guru, Cikgu Murni (Umur: 22) menghadapi masalah dengan salah seorang muridnya (Abu). Lalu guru ini bertanya kepada murid tersebut : “Apa sebenarnya masalah awak, Abu?”

Lalu Abu menjawab, “Saya terlalu cerdik untuk berada di darjah 4, kakak saya menduduki UPSR dan saya lebih cerdik dari dia, maka saya seharusnya berada di tempat yang sama juga!”.

Cikgu Murni dah tak tertahan. Dia bawa Abu ke pejabat pengetua. Sementara Abu menunggu di ruang tamu, Cikgu Murni terangkan keadaan tersebut kepada pengetua. Pengetua mengatakan yang dia akan berikan ujian kepada Abu dan jika Abu gagal menjawab, maka Abu harus kekal di darjah 3 dan berkelakuan baik. Abu dibawa masuk ke pejabat Pengetua dan Cikgu Murni terangkan pada Abu dan Abu bersetuju untuk ambil ujian yang akan diberikan.

Pengetua: Apa 3 x 3?
Abu: 9
Pengetua: Apa 6 x 6?
Abu: 36

Pengetua terus bertanyakan soalan2 berdasarkan tahap pencapaian murid2 UPSR dan si Abu mampu menjawab tiap soalan yang diberikan. Lalu pengetua memandang Cikgu Murni dan berkata, “Saya rasa murid ini sepatutnya berada di darjah 6″, Lalu Cikgu Murni berkata pada pengetua, “Saya ada soalan saya sendiri, boleh tak saya ajukan pada Abu?”. Pengetua dan Abu bersetuju.

Cikgu Murni: Apa yang lembu ada 4 di badan, tapi saya cuma ada dua?
Abu: (berfikir) Kaki

Cikgu Murni: Apa yang ada di dalam seluar kamu tapi tidak pada seluar saya?

Abu: Saku

Cikgu Murni: Apa yang bermula dengan huruf “K” akhir dengan “A”, ianya berbulu, berbentuk oval, nyaman dan mengandungi lapisan nipis keputihan?
Abu: Kelapa

Cikgu Murni: Apakah yang masuk keras dan berwarna “pink”, bila keluar lembik dan melekit?

Mata Pengetua terbuka luas dan sebelum sempat dia menahan, si Abu terus menjawab.

Abu: Gula-gula getah (Bubblegum)

Cikgu Murni: Apa yang mereka lakukan, lelaki secara berdiri, wanita secara duduk dan anjing secara tiga kaki?

Mata Pengetua sekali lagi terbuka sangat2 luas dan sebelum dia sempat hendak menahan si Abu terus menjawab.

Abu: Bersalaman

Cikgu Murni: Baik, sekarang saya akan ajukan soalan berbentuk siapakah saya, okay?
Abu: Baik Cikgu

Cikgu Murni: Awak memasukkan batang kedalam saya. Awak ikat saya untuk saya berdiri. Saya kebasahan sebelum awak.

Pengetua kelihatan resah dengan soalan yang diajukan oleh Cikgu Murni.

Abu: Khemah

Cikgu Murni: Jari memasuki saya. Awak menggesel-gesel saya bila awak teringatkan saya. Lelaki idaman akan mendapat saya dahulu.

Pengetua semakin resah dan tidak selesa. Lantas terus meneguk segelas Nescafe 3in1.

Abu: Cincin perkahwinan

Cikgu Murni: Saya ada bermacam-macam saiz. Bila saya sakit saya akan meleleh. Bila saya keluar, banyak tisu yang akan digunakan. Bila awak hembuskan saya, akan berasa lega.

Sekali lagi pengetua rasa amat resah dengan soalan yang di ajukan oleh Cikgu Murni dan ingin membantah, tapi si Abu mendahuluinya.

Abu: Hidung

Cikgu Murni: Saya batang yang keras. Hujungnya tajam. Saya akan datang dan masuk dengan lajunya.
Abu: Anak panah

Cikgu Murni: Sekarang saya akan ajukan soalan dalam Bahasa Inggeris, okay?

Abu: Okay

Cikgu Murni: What word starts with a ‘F’ and end in ‘K’ that means lot of heat and excitement?
Abu: Firetruck

Cikgu Murni: What word starts with a ‘F’ and ends in ‘K’ & if you dont get it you have to use your hand.
Abu: Fork

Cikgu Murni: What is it that all men have one of. It’s longer on some men than on others, the pope does not use his, and a man gives it to his wife after they are married?
Abu: Surname

Cikgu Murni: What part of the man has no bones but has muscles, lots of veins and loves pumping?
Abu: Heart

Pengetua menghembuskan nafas kelegaan bila mendengar jawapan yang diberikan oleh si Abu, lantas berkata “Baik hantar murid ini ke Universiti Malaya; jawapan yang saya fikirkan semuanya salah”.

P/s: Jika jawapan anda semua salah, anda adalah sama spesies dengan pengetua yang mempunyai pemikiran kuning… hehehe.

Nuffnang Ads

Thursday, October 23, 2008

Kisah Kambing dan Ayam

Pada suatu hari,ayam telah menghiaskan dirinyadengan menyangkut manik-manik yang berkilauan pada setiap helaian bulunya.Tajinya diasah sehingga berkilauan dan berjalanlah ia menuju kekediaman kambing.


Tiba di kediaman kambing, ayam pun menyapa sahabatnya itu.


Ayam: Kambing, pekabo?

Kambing: Baik. Wah,ayam. Bukan main lagi kau. Kau nak ke mana hensem-hensem ni.

Ayam: Takde ke mana. Sesajalah nak tengok riaksi engko.

Kambing: Tapi kan ayam, macam mana pun ko berhias, ko jalan tetap kaki ayam, kan?

Ayam: Ko kutuk aku ye. Ko pun apa kurangnya…..

Kambing: Apsal pulak?

Ayam: Nampak macam alim. Bela janggut. Tapi TELUR nampak…


Sorryla Bro....hehehehehe! (ada bola tak masuk gol)

Kisah anak gajah!


Satu hari kawan Nor (nama Bibah) menunjuk barang kemas (rantai tangan)yang baru di hadiahkan oleh suaminya sempena dengan ulang tahunperkahwinannya. Nor amat tertarik dengan corak gelang tangan tersebut.Nor menyimpan hasrat untuk membeli gelang tangan macam Bibah.

Satu hari Nor mengajak Bibah kekedai emas dimana Bibah membelinya dulu.Nor kata dia dapat bonus dua bulan, jadi cukup untuk beli rantai tangan macam Bibah. Hari itu masa lunch Bibah pergi ke kedai emas menemani Nor.

Masa itu hujan renyai. Nor dan Bibah guna payung berasingan. Nor dan Bibah lintas jalan, Nor pegang tangan Bibah. “Hati-hati kau tumengandung nanti jatuh suami kau marah aku pulak”, kata Nor. Sampai dikedai emas, “Benggali” jaga di kedai Emas tu berkata, “Hei adik, ini jalan licin baikbaik nanti jatuh”. Bibah menjawap, “Terima kasih bai”. Jaga tu tanya lagi,”Adik mana mau pegi, hari hujan”. Bibah jawab, “Mahu hantar kawanbeli gelang tangan”. ‘Okey masuk masuk”, jawab jaga tu.

Bibah dan Nor mula lah tawar menawar harga gelang tangan itu. Selesai urusan jual beli, hujan masih turun lagi, lebih lebat lagi dari tadi. Bai jaga tu kesihan tengok Bibah berdiri lama dan pelawa Bibah duduk dikerusi yang dia duduk. Bai jaga tu tanya Bibah dan Nor kerja mana dan macam macam lagi mereka berbual-bual sambil menunggu hujan reda. Tiba-tiba Bibah tersentak bila Benggali jaga tu tanya Bibah, “Adik bai mau tanyak sikitlah, ini perut besar apa isi?”. Nor pelik dah hampir setengah jam berbual baru perasan perut Bibah yang agak besar. Bibah pandang Nor seolah menyuruh Nor jawap. Nor jawap, “Ai bai sudah kawin itu dalam babylah, apa lagi”. Bai itu jawap sengeh, “Oooooh itu macamkah”. Nor pulak cuba nak lawak dengan Bai tadi dia pun tanya bai tu,

“Ei bai itu bai punya perut besar apa ada dalam?”. Bai itu jawap, “Oh.. Ini dalam ada anak gajahlah”. Nor pelik, Bibah pun tanya “Anak gajah!!?”. Bai jawap, “Ialah, saya belum kawin ini dalam anak gajahlah pasal dia punya belalai ada sini dekat bawah!!! Nor dan Bibah menyumpah Benggali jaga tu. Dalam hati, “Celaka punya Benggali..Kita jangan layanlah Benggali ni baik kita belah.”. Mereka beredar dan bai Benggali tu senyum melihat Nor dan Bibah menjeling padanya.
hehehehe...sorry la cikgu jinggo...usik-usik je!